Bagaimana Negara ini Dapat Mengentaskan Korupsi Dalam Semalam

Posted on

Georgia adalah sebuah negara yang terletak di simpang batas antara Asia dan Eropa. Berbatasan dengan Rusia di utara serta dengan Turki, Armenia dan Azerbaijan di selatan dan tenggara, dengan total penduduknya adalah 4 juta orang.

Peta Georgia

Pada tahun 2004, negara ini masuk ke dalam peringkat 133 dari 175 negara terkorupsi di dunia dengan parameternya adalah Corruption Perception Index. Hanya di belakang Pakistan dan setara dengan Republik Kongo. Hasil yang parah untuk sebuah negara yang berbatasan dengan Eropa.

Waktu itu Presiden yang baru terpilih, Misha Saakashvili buru-buru mengambil tindakan untuk mereformasi segala aspek pemerintahan dan kementrian, kepolisian dan juga birokrasi. Beberapa di antaranya cukup extrim, antara lain :

  • Memecat seluruh jajaran anggota kepolisian! Dengan total 30 ribu aggota, mungkin ini adalah pemecatan jajaran pemerintahan terbesar di dalam sejarah. Mereka perlu dipecat-pecatin karena sudah bukan rahasia umum kalau anggota kepolisian Georgia terkenal dengan suap dan korupsi. Jika dibandingkan dengan Indonesia, memecat orang sebanyak itu sebanding dengan memecat 1,5 juta orang lebih!
  • Tak berhenti sampai disana, sang Presiden juga membangun kembali kepolisian dengan gaji yang lebih baik dan menghilangkan pos-pos yang berpotensi menghasilkan korupsi dan suap.
  • Mengesahkan hukum tangkap tangan bagi yang ketahuan korupsi dan menerima suap akan dipenjara selama 10 tahun.
  • Menyediakan mobil patroli yang lebih baik untuk mengejar para kriminal agar tak semakin ketinggalan.

Setelah direformasi, kini peringkat Georgia naik menjadi peringkat ke 44 dari 175 negara. Sebuah prestasi yang perlu diapresiasi dan diacungi jempol.

Bagaimana dengan Indonesia? Dari peringkat 133 di tahun 2004, di tahun 2017 terjadi peningkatan yang lumayan ke peringkat 90. Tentu perjalanan masih panjang. Kita harapkan saja semakin baik kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *